Bentukbentuk legalitas perusahaan yang terakhir adalah surat Izin Usaha Industri atau juga bisa disebut dengan IUI. IUI merupakan izin usaha operasional yang diberikan pada badan usaha baik yang menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah lebih tinggi dan/atau menyediakan jasa untuk kegiatan industri.. Sekutuaktif, yaitu sekutu yang ikut menyertakan modal sekaligus aktif mengelola jalannya usaha. Sekutu pasif atau sekutu komanditer, yaitu sekutu yang hanya menyertakan modal saja dan tidak terlibat dalam pengelolaan usaha. Kelebihan: - Cara pendiriannya mudah - Modalnya relatif besar yang bersumber dari para sekutu - Sistem pengelolaan lebih baik C Bentuk Badan Usaha di Indonesia. Ada banyak jenis badan usaha yang sering kita temui, seperti PT, CV, atau Perum. Di bagian bawah ini adalah bentuk-bentuk badan usaha yang ada di Indonesia, diantaranya: 1. Koperasi. Koperasi merupakan suatu badan usaha dengan didasari oleh asas-asas kekeluargaan. Bentukumum perilaku mekanisme pertahanan diri ini ialah: (1) rasonalisasi, (2) sikap bermusuhan yang tampak dalam perilaku agresif, menyerang, mengganggu, bersaing, dan menmgecam lingkungan, (3) menghukum diri sendiri tampak dalam wujud mencela diri sebagai penyebab utama kesalahan atau kegagalan, (4) represi, (5) konformitas, dan (6) sinis. BentukPelayanan Prima diantaranya ramah, senyum, sopan, cepat, tepat, terbuka dan tanggungjawab. Pengertian Pelayanan Usaha Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah "usaha melayani kebutuhan orang lain". SEKILASMPP MAROS. Mal Pelayanan Publik yang selanjutnya disingkat MPP adalah pengintegrasian Pelayanan Publik yang diberikan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota, badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, serta swasta secara terpadu pada 1 (satu) tempat sebagai upaya meningkatkan kecepatan 6Pgb. Setiap pebisnis ingin agar usahanya senantiasa laris manis. Maka tak heran jika para pebisnis melancarkan beragam strategi untuk menggaet sebanyak mungkin konsumen. Mulai dari menawarkan beragam diskon hingga memanjakan konsumen, semua dilakukan dengan satu tujuan yakni merebut hati dan loyalitas konsumen. Sebab, semakin banyak konsumen yang datang dan berbelanja di toko Anda, maka sudah pasti toko Anda akan meraup banyak keuntungan. Salah satu cara terbaik yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan loyalitas konsumen adalah dengan memberikan pelayanan yang prima kepada konsumen. Hingga saat ini, pelayanan prima adalah kunci yang digunakan oleh banyak pengusaha agar usahanya senantiasa didatangi konsumen. Lantas, apa yang dimaksud dengan pelayanan yang prima tersebut? Bagaimana pula cara melayani konsumen dengan baik? Yuk cari tahu lebih lanjut tentang pelayanan prima berikut ini! Pengertian Pelayanan Prima dalam BisnisKonsep-Konsep Dasar Pelayanan KonsumenAbilityAttitudeAppearanceAttention ActionAccountabilityTujuan Pelayanan Prima bagi PengusahaMendapatkan Loyalitas KonsumenMengarahkan Konsumen untuk BerbelanjaMenghindari Tuntutan PelangganManfaat Pelayanan Prima dalam UsahaMeningkatkan Kualitas PerusahaanMenumbuhkan Suasana Baik antara Konsumen dan PerusahaanMenang dalam Kompetisi PasarContoh Pelayanan Prima dalam Bisnis Pengertian Pelayanan Prima dalam Bisnis Secara sederhana, pengertian pelayanan prima adalah usaha terbaik dari toko, usaha, atau bisnis dalam melayani kebutuhan konsumennya. Dalam dunia bisnis, bentuk aktivitas ini dikenal pula dengan istilah lain yakni excellent service, customer care dan customer service. Ada pula pengertian pelayanan prima adalah suatu karakteristik untuk melayani orang lain dengan tiga sifat dasar, yakni Bersifat abstrak alias tidak berwujud konkret seperti produk; Bersifat tindakan nyata dari seseorang yang dapat dirasakan langsung oleh orang lain, dan; Menjadi bagian erat dari kegiatan produksi serta konsumsi. Akan tetapi pada dasarnya, pelayanan optimal kepada konsumen ini harus mencakup 3 hal mendasar. 3 hal tersebut adalah Kepedulian terhadap kebutuhan dan keinginan pelanggan; Pelayanan dengan sikap terbaik, dan; Berorientasi kepada standar layanan perusahaan dengan tujuan memuaskan konsumen. Dengan adanya pelayanan yang optimal terhadap konsumen, maka dapat dipastikan loyalitas konsumen terhadap perusahaan akan terjaga. Sebab, pelayanan yang maksimal ini dapat memberikan rasa puas terhadap pelanggan sekaligus memenuhi keinginan dan kebutuhan yang ia cari. Jika suatu perusahaan tidak melayani konsumen dengan baik, bisa dipercayai bahwa mereka tidak akan mendapatkan rasa loyalitas konsumen. Kalau dibiarkan terus-menerus, hal tersebut dapat menjadi reputasi buruk bagi perusahaan. Konsep-Konsep Dasar Pelayanan Konsumen Jangan khawatir jika Anda masih bingung dalam menentukan cara terbaik untuk melayani konsumen. Sebelum masuk ke praktek langsung melayani konsumen, ada baiknya Anda memahami sejumlah konsep dasar dalam pelayanan konsumen. Konsep-konsep dasar pelayanan konsumen dikenal dengan rumus 6A yang meliputi ability, attitude, appearance, attention, action dan accountability. Berikut ini penjelasan lengkap dari rumus 6A tersebut. Ability Rumus A pertama adalah ability alias kemampuan. Yang dimaksud dengan kemampuan dalam pelayanan konsumen meliputi kemampuan kerja karyawan itu sendiri. Kemampuan yang harus dimiliki oleh tenaga kerja seperti komunikasi dan interaksi yang efektif, serta mampu menggunakan sarana penunjang untuk melayani pembeli. Attitude Komponen berikutnya adalah attitude yaitu sikap. Dalam praktek pelayanan konsumen, Anda harus bertindak sesuai dengan etika, sikap yang ramah dan santun saat menghadapi pelanggan. Selain itu, sikap yang baik dari perusahaan dapat menjadi cerminan budaya perusahaan kepada konsumen. Seperti contohnya sikap 3S Senyum, Salam, Sapa yang banyak diterapkan oleh perusahaan. Appearance Appearance atau penampilan juga merupakan unsur penting dalam sistem pelayanan konsumen. Penampilan fisik atau non-fisik dapat merefleksikan kredibilitas perusahaan dan tenaga kerja kepada konsumen. Oleh sebab itu, banyak perusahaan yang membuat peraturan agar karyawannya berpakaian rapi seperti mengenakan seragam kerja. Attention Dalam Bahasa Indonesia, attention berarti perhatian. Perhatian menjadi unsur penting berikutnya dalam pelayanan konsumen. Seorang pramuniaga yang berhadapan dengan konsumen harus meletakkan kepedulian penuh terhadap permintaan dan kebutuhan sang pembeli. Bahkan ketika pembeli mengutarakan kritik dan saran terhadap produk, sang pramuniaga harus tetap mempertahankan fokus agar dapat mencerna isi pesan dengan baik. Action Action adalah tindakan nyata selama melayani konsumen. Tindakan seperti membantu mencarikan barang yang diminta konsumen, atau bentuk pemecahan masalah lainnya yang dapat dirasakan langsung oleh sang pembeli. Accountability Unsur terakhir adalah accountability alias tanggung jawab. Ketika pelanggan mengajukan komplain, perusahaan harus menunjukkan rasa tanggung jawab dengan melayani protes tersebut. Pelanggan akan senang apabila mereka dilayani dengan penuh rasa tanggung jawab. Tujuan Pelayanan Prima bagi Pengusaha Bentuk-bentuk pelayanan dari perusahaan atau suatu badan usaha dapat Anda rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Semisal Anda memasuki restoran lalu disambut oleh para waiter atau waitress yang menawarkan menu makanan. Atau, di saat Anda mendatangi sebuah hotel dan disambut dengan super ramah oleh petugas front office. Bahkan saat Anda menghubungi customer care di platform toko online pun, Anda sudah merasakan bentuk pelayanan optimal dari perusahaan. Semua perusahaan tentunya menerapkan sistem pelayanan konsumen yang maksimal dengan berbagai tujuan. Ada sejumlah tujuan pelayanan prima yang wajib Anda tahu sebelum menerapkan sistem tersebut di perusahaan Anda. Tujuan pelayanan prima tersebut adalah Mendapatkan Loyalitas Konsumen Mendapat rasa loyalitas konsumen adalah tujuan utama dari setiap perusahaan. Konsumen memegang peranan penting dalam keberlangsungan perusahaan. Selain memberikan pemasukan bagi usaha, konsumen dapat membantu sebuah perusahaan berkembang. Jika perusahaan Anda melayani konsumen dengan prima, besar kemungkinan para konsumen akan merekomendasikan kenalan mereka untuk berbelanja di tempat Anda. Dengan adanya semakin banyak konsumen yang datang, perusahaan Anda akan semakin berkembang baik. Mengarahkan Konsumen untuk Berbelanja Ada kalanya konsumen kebingungan saat menentukan barang yang ingin dibeli. Ketika situasi tersebut terjadi, biasanya pramuniaga toko akan datang untuk membantu konsumen. Tak jarang juga para pramuniaga memberikan informasi terkait diskon atau rekomendasi produk terbaik. Berbekal informasi tambahan tersebut, pembeli jadi percaya terhadap kualitas produk, dan tak lagi kesulitan dalam membuat keputusan membeli barang. Secara tidak langsung, bentuk pelayanan terhadap konsumen ini mengarahkan konsumen untuk berbelanja. Menghindari Tuntutan Pelanggan Kadangkala, melayani pelanggan dapat menjadi suatu perkara yang susah-susah gampang untuk dilakukan. Ini disebabkan keinginan serta kebutuhan pelanggan yang berbeda dan beragam. Pelanggan yang tak puas dengan kualitas produk atau pelayanan dapat menjadi masalah besar apabila tidak ditanggapi dengan baik. Ulasan buruk dari pelanggan juga dapat membahayakan reputasi perusahaan. Oleh sebab itu, banyak pengusaha yang menerapkan bentuk layanan optimal kepada pelanggan demi menghindari masalah tak diinginkan dikemudian hari. Manfaat Pelayanan Prima dalam Usaha Selain tujuan, terdapat pula manfaat pelayanan prima dalam mendukung perkembangan usaha. Jika perusahaan Anda telah memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, besar kemungkinan Anda telah merasakan manfaat pelayanan prima berikut ini. Apa saja manfaat pelayanan yang maksimal kepada konsumen? Berikut jawabannya! Meningkatkan Kualitas Perusahaan Setiap pengusaha tentunya ingin agar perusahaannya memiliki kualitas baik. Salah satu cara meningkatkan kualitas tersebut adalah dengan memberikan layanan terbaik kepada konsumen. Kualitas perusahaan yang baik akan mendorong perkembangan usaha menjadi semakin maju. Selain itu, sistem pelayanan yang telah diterapkan dapat dijadikan acuan dalam proses pengembangan standar operasional pelayanan konsumen. Menumbuhkan Suasana Baik antara Konsumen dan Perusahaan Hubungan antara konsumen dan perusahaan ibarat symbiosis mutualisme. Konsumen yang puas dengan pelayanan baik dari perusahaan akan menjadi pelanggan yang loyal. Dengan kata lain, mereka akan terus berbelanja atau memanfaatkan jasa perusahaan tersebut. Keuntungan juga dirasakan oleh perusahaan, di mana mereka mendapatkan keuntungan dari konsumen yang berbelanja di tempat mereka. Dengan adanya pemasukan, roda aktivitas usaha akan dapat terus bergerak. Menang dalam Kompetisi Pasar Manfaat lain yang dapat dirasakan oleh perusahaan dengan menerapkan pelayanan optimal adalah memenangkan kompetisi pasar. Banyaknya pesaing dan ketatnya kompetisi dalam pasar perdagangan menjadikan setiap perusahaan harus pintar-pintar melancarkan strategi. Tujuannya tentu agar perusahaan dapat bertahan. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah melayani konsumen dengan maksimal. Jika reputasi perusahaan Anda dikenal baik oleh konsumen target, maka besar peluang bagi perusahaan Anda untuk jadi lebih unggul dibandingkan usaha kompetitor lainnya. Contoh Pelayanan Prima dalam Bisnis Beberapa contoh pelayanan prima dalam bisnis serta mudah dijumpai dalam keseharian kita adalah sebagai berikut Pengusaha di bidang pengiriman atau delivery barang dan makanan berupaya memberikan pengiriman yang cepat, tepat, dan kondisi barang yang baik hingga sampai ke tangan konsumen. Perusahaan bidang transportasi memberikan layanan konsumen berupa jasa antar yang aman, nyaman, praktis dan dengan harga terjangkau untuk semua kalangan. Usaha kuliner menjaga loyalitas konsumen dengan memberikan makanan berasa dan berkualitas baik, penyajian tepat waktu, hingga beragam diskon belanja. Demikianlah pembahasan terkait pengertian, tujuan, manfaat hingga contoh pelayanan prima kepada konsumen. Semoga membantu Anda dalam memaksimalkan pelayanan kepada konsumen dalam berbisnis! [business-about] Jasa Pembuatan Aplikasi, Website dan Internet Marketing PT APPKEY PT APPKEY adalah perusahaan IT yang khusus membuat aplikasi Android, iOS dan mengembangkan sistem website. Kami juga memiliki pengetahuan dan wawasan dalam menjalankan pemasaran online sehingga diharapkan dapat membantu menyelesaikan permasalahan Anda. Baiknya layanan pelanggan atau customer service adalah hal yang penting, apapun jenis bisnis yang anda jalankan. Mendatangkan pelanggan baru dengan menggelar promosi memang efektif, namun kunci utama bertahan di bisnis retail adalah customer service. Dengan layanan pelanggan yang baik, anda dapat meningkatkan customer retention. Bukan hanya itu, pelayanan yang baik juga meningkatkan kemungkinan pelanggan anda merekomendasikan bisnis anda ke rekan dan saudaranya. Untuk meningkatkan pelayanan yang baik, Anda dapat mentraining karyawan Anda dengan Software EVA Talent Management dari HashMicro. Lalu, bagaimanakah caranya meningkatkan customer service di bisnis retail? Berikut ini 8 langkah yang bisa anda terapkan, mulai dari sekarang. Daftar Isi Angkat Telpon dari Pelanggan Jangan Buat Janji Palsu Dengarkan Pelanggan Anda Jangan Hindari Komplain Bantu Pelanggan Anda Latih Staf Anda Usaha 200 Persen Berikan Layanan Ekstra Kesimpulan Angkat Telpon dari Pelanggan Sumber Langkah pertama yang bisa anda lakukan adalah menjawab telepon dari pelanggan Anda. Jangan biarkan telepon berdering terlalu lama, apalagi sampai tak terangkat. Bila sampai terjadi, pastikan anda menelpon balik sang pelanggan. Selain itu, pastikan yang menjawab telepon pelanggan tersebut bukanlah robot. Pelanggan anda ingin berbicara langsung dengan staf CS anda, bukan suara rekaman yang mengoper panggilan anda ke sana dan kemari tanpa kejelasan. Jika perlu, gunakan sistem helpdesk yang terintegrasi dengan telepon untuk memudahkan pencatatan panggilan telpon. Dengan demikian, penanganan tiket dari pelanggan akan lebih tertata dan bisa tertangani dengan lebih cepat. Baca juga Tingkatkan Kepuasan Pelanggan dengan Software Barcode Terbaik 2022! Jangan Buat Janji Palsu Di antara delapan langkah yang ada, mungkin yang satu inilah yang terpenting. Jika anda berjanji barang yang dibeli pelanggan akan sampai besok, lakukan segala daya upaya agar barang tersebut sampai ke tangan pelanggan anda esok hari. Ada banyak sekali dampak negatif yang bisa anda terima dari tak menepati janji dengan pelanggan. Review yang buruk, turunnya reputasi toko adalah beberapa akibat yang bisa anda lihat. Terlihat sepele memang, namun punya dampak yang luar biasa. Dengarkan Pelanggan Anda Pernahkah anda kesal karena sudah capek-capek menjelaskan panjang lebar namun ternyata lawan bicara tak mendengarkan anda? Nah, coba bayangkan seperti apa kesalnya pelanggan anda yang anda perlakukan demikian. Jika anda memang berniat untuk memperbaiki customer service anda, perhatikan dengan seksama apa yang pelanggan anda katakan. Berikan respon yang tepat seperti misalnya mengulang poin-poin dari pelanggan anda, serta memberikan jalan keluar dari permasalahannya. Salah satu cara untuk mendengarkan pelanggan Anda terhadap pelayanan yang diberikan adalah dengan melakukan survei. Survei dapat membantu mengetahui kepuasan pelanggan Anda sehingga bisa memperbaiki kesalahan yang pelanggan beritahu. Lakukanlah survei dengan solusi dari HashMicro, gunakan software manajemen survei yang dapat membantu Anda melakukan survei sesuai dengan keinginan. Jangan Hindari Komplain Memang benar bahwa anda tak bisa memuaskan setiap orang. Namun jika anda memberikan perhatian kepada komplain yang datang kepada anda, besar kemungkinannya anda memberikan kepuasan pada orang yang memberikan komplain. Pada akhirnya, bisnis anda jugalah yang untung karena anda memberikan layanan pelanggan yang baik. Jika penanganan terlaksana dengan baik, komplain bisa berubah menjadi peluang bisnis. Komplain berguna untuk menemukan masalah yang ada di bisnis anda yang belum tentu bisa anda lihat dari dalam perusahaan. Survey mengatakan bahwa 70 persen pelanggan yang mengajukan komplain dan perusahaan mampu menangani dengan baik akan terus menjadi pelanggan dari bisnis tersebut. Baca juga 5 Cara Menghadapi Customer yang Marah Secara Tepat Bantu Pelanggan Anda Beberapa waktu yang lalu saya pernah datang ke sebuah bengkel untuk menanyakan perihal lampu motor saya yang tiba-tiba mati. Setelah mengecek, rupanya ada salah satu kabel yang putus. Pemilik bengkel tersebut kemudian pergi ke dalam dan mengambil kabel pengganti. Setelah selesai, saya pun bertanya berapa biaya servisnya. Saya terkejut saat pemilik bengkel berkata bahwa saya tak perlu membayar apa-apa. Menurut anda, bengkel mana yang akan saya kunjungi berikutnya saat motor saya mengalami masalah lainnya, dan berapa banyak orang yang saya ceritakan mengenai hal ini? Meski merugi, pemilik bengkel tersebut sudah menjamin bahwa saya akan menjadi pelanggan tetapnya. Tak hanya itu, cerita dari mulut ke mulut yang saya lakukan ke rekan dan saudara mengenai hal ini sudah pasti akan memberikan keuntungan berlipat, jauh dari harga kabel yang ia berikan pada saya waktu itu. Latih Staf Anda Berikan staf anda pengetahuan yang cukup untuk menangani masalah-masalah yang biasa ada. Jangan sampai pelanggan anda mendengar kata-kata “maaf, saya tidak tahu…” keluar dari staf customer service anda. Jika perlu, gunakan sistem kompetensi dan training untuk membantu anda menjalankan pelatihan dan training yang diperlukan. Dengan demikian, jalannya pelatihan akan lebih optimal dan efisien. Usaha 200 Persen Jika ada pelanggan masuk ke toko anda dan sedang mencari barang A, sementara anda cuma berkata “di rak kedua sebelah kanan”, maka anda hanya memberikan 100% dari usaha anda. Di sini, anda belum memberikan layanan customer service terbaik. Namun jika anda menemani pelanggan anda ke lokasi barang yang dicarinya, lalu menunggu apakah ada pertanyaan seputar barang tersebut atau ia membutuhkan hal lainnya, maka anda sudah memberikan usaha hingga 200%! Inilah bentuk terbaik dari customer service yang bisa anda berikan. Berikan Layanan Ekstra Layanan ini bisa berbentuk diskon untuk belanja berikutnya, tips dan trik menggunakan produk yang baru dibeli pelanggan, atau sekedar senyum yang tulus adalah bentuk-bentuk layanan ekstra yang bisa anda berikan. Hal-hal ini akan memberikan kesan yang kuat pada bisnis anda di mata pelanggan, sehingga kemungkinan mereka kembali berbisnis dengan anda akan semakin tinggi. Baca juga Manfaat Helpdesk Software bagi Bisnis yang Perlu Anda Ketahui! Kesimpulan Aplikasikan delapan hal ini secara konsisten, maka pelanggan akan mengenal bisnis anda sebagai bisnis retail dengan customer service terbaik. Hal yang bisa anda dapatkan dari meningkatkan layanan pelanggan adalah semakin bertambahnya jumlah pelanggan setia anda berkat promosi dari mulut ke mulut. Cara yang lebih baik dibandingkan mengadakan diskon atau potongan harga. Tentunya, salah satu cara untuk meningkatkan kepuasan pelanggan adalah dengan menggunakan software dari kami. HashMicro menyediakan Software Helpdesk yang dapat membantu customer service Anda menjadi lebih baik. Dengan kelebihan satu aplikasi untuk semua membantu mengefisiensi pekerjaan Anda sehingga dapat bekerja lebih cepat. Tertarik Mendapatkan Tips Cerdas Untuk Meningkatkan Efisiensi Bisnis Anda? Sistem bisnis sangat penting dalam operasional suatu usaha. Sudahkah kamu mengetahui jenis-jenis sistem bisnis? Mengutip laman Business Enterprise Mapping, sebuah sistem bisnis terdiri dari sekumpulan proses yang saling berhubungan hingga merampingkan alur kerja. Dengan sistem yang tepat, bisnis kamu bisa berjalan lancar. Segala kepraktisan yang ditawarkan dari masing-masing sistem ini pun memudahkan kamu dalam mengelola bisnis. Selain itu, penggunaan sistem bisnis juga bisa membantu kamu dalam menjalani operasional usaha secara konsisten. Jadi, produktivitas bisnis meningkat. Baca Juga Ini 5 Inovasi Sistem Pembayaran Digital untuk Transaksi Bisnis yang Lebih Lancar Jenis Sistem Bisnis Foto mesin kasir. Sumber Lantas, apa saja jenis sistem dalam bisnis? Berikut di antaranya yang perlu kamu ketahui 1. Sistem Payroll Salah satu sistem bisnis yang bisa mempermudah kamu dalam operasional usaha ialah payroll. Dalam hal ini, sistem bertanggungjawab untuk memberikan penggajian secara teratur pada seluruh karyawan yang bekerja di perusahaan kamu. Dengan sistem payroll, kamu bisa memberikan gaji karyawan secara tepat waktu. Sistem penggajian otomatis juga hemat biaya dan tenaga, lho. Selain itu, sistem payroll biasanya memuat catatan pembayaran yang diperlukan untuk pajak perusahaan. Dengan data tersebut, kamu pun bisa mengurus pajak bisnis secara lebih praktis. 2. Sistem Personalia Sistem selanjutnya yang diperlukan dalam pengelolaan bisnis ialah personalia atau manajemen sumber daya manusia. Sistem personalia akan memudahkan kamu dalam mengelola kebutuhan setiap karyawan yang bekerja di perusahaan. Bagi perusahaan besar dengan jumlah karyawan yang banyak, sistem ini sangatlah dibutuhkan. Jadi, menghemat waktu dan tenaga dibandingkan dikerjakan secara manual. Sistem personalia bisa membantu kamu dalam mengatur jam kerja, izin sakit, cuti, dan pengelolaan terkait SDM lainnya. Alur manajemen SDM pun menjadi lebih teratur dengan bantuan sistem. Baca Juga Ketahui Pengertian serta Jenis Sistem Informasi Bisnis 3. Sistem Inventaris Jenis sistem untuk bisnis lainnya yang bisa memudahkan pengelolaan usaha ialah sistem inventaris. Ini berkaitan dengan manajemen inventaris atau persediaan perusahaan. Dengan sistem inventaris, kamu bisa mengelola stok atau persediaan barang milik perusahaan secara lebih praktis. Dibandingkan dengan manajemen inventaris yang dijalankan secara manual, sistem ini tentu saja akan sangat membantu. Kamu tak perlu repot lagi membuat daftar persediaan secara konvensional. Sebab, sistem inventaris akan melakukannya secara otomatis dan real-time. Perusahaan kamu pun bisa melakukan restock barang tepat waktu dengan jumlah yang sesuai kebutuhan. Pengelolaan inventaris yang tepat akan membuat operasional bisnis berjalan lancar. Kamu pun bisa meminimalisir kerugian akibat persediaan yang terlalu banyak. 4. Sistem Piutang *Foto sistem keuangan usaha. Sumber Sistem bisnis lainnya yang dapat membantumu untuk mengelola bisnis, yaitu sistem piutang. Sistem ini akan mempermudah kamu dalam memonitor aliran uang perusahaan. Kamu bisa memantau pihak-pihak yang berhutang dengan perusahaan. Jadi, informasinya lebih teratur dan mudah untuk diakses. Sistem piutang memungkinkan perusahaan untuk mengakses semua data pengutang, mulai dari kartu kredit maupun jenis akun tagihan lainnya. Dengan begitu, kamu memiliki file yang berisi data pelanggan secara individu, termasuk nama, alamat, hingga biaya yang harus dibayarkan seperti, pembayaran yang diterima serta sejumlah uang yang perlu dilunasi. Sistem ini akan menyediakan informasi yang akurat dalam bentuk laporan bulanan sehingga memudahkan manajemen untuk melakukan penagihan pada pihak terkait. Laporan bulanan tersebut juga berguna dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Baca Juga Apa Itu Sistem Firewall? Ini Fungsi dan Cara Kerjanya 5. Sistem Hutang Usaha Selain sistem piutang, ada juga sistem yang digunakan untuk mengelola hutang-hutang perusahaan. Dalam menjalankan operasional bisnis, cukup umum bagi perusahaan untuk berhutang pada beberapa pihak terkait. Misalnya, utang kepada vendor untuk pengadaan barang yang diperlukan bagi keperluan operasional. Dengan sistem hutang usaha, kamu bisa membuat daftar pihak yang diutangi. Mulai dari informasi terkait nama, alamat, nominal hutang, hingga nomor rekening. Jenis hutang yang diberikan juga bisa diketahui secara lebih mudah dari sistem ini. Contohnya, hutang dalam bentuk modal usaha, hutang berupa barang, atau jasa. 6. Sistem Lead Generation Sistem bisnis lainnya yang juga penting untuk mengelola operasional usaha ialah lead generation. Ini merupakan sistem untuk menghasilkan leads atau pendapatan bisnis. Melalui sistem lead generation, kamu akan lebih mudah untuk menemukan pelanggan potensial atau prospek. Misalnya, membuat daftar calon pelanggan baru secara otomatis melalui email marketing atau telemarketing. Dengan bantuan dari lead generation systems, kamu bisa menghemat biaya dan waktu untuk riset calon pelanggan. Jadi, kamu hanya perlu menyusun strategi pemasaran yang tepat untuk membuat calon pelanggan semakin yakin dalam melakukan pembelian. Karena kamu sudah mengetahui siapa yang akan menjadi pelangganmu, pembuatan strategi pemasaran pun bisa dilakukan secara lebih mudah. Baca Juga Apa itu Sistem Escrow? Ini Manfaatnya Bagi Penjual dan Pembeli 7. Sistem Operasional Jenis sistem bisnis selanjutnya ialah sistem operasional. Sistem ini akan membantu kamu dalam banyak hal sehingga operasi usaha berjalan lebih efisien. Ada beberapa sistem operasi yang bisa perusahaan kamu gunakan. Misalnya, sistem untuk merekrut karyawan baru yang memungkinkan kamu membuat pengumuman lowongan pekerjaan, menerima lamaran dari calon karyawan, hingga melakukan pemindaian atau seleksi otomatis. Jadi, proses pemilihan karyawan baru bisa menjadi lebih sederhana. Kinerja staff personalia pun akan lebih mudah dengan bantuan sistem tersebut. Kamu juga bisa menggunakan sistem lain untuk menunjang operasi bisnis. Pilihlah yang memang sesuai dengan kebutuhan dan mulailah untuk tingkatkan produktivitas perusahaan sekarang juga. 8. Sistem ERP Foto sistem ERP. Sumber Sistem ERP Enterprise Resource Planning sangat cocok untuk membantu kamu dalam mengelola perusahaan yang sudah berskala besar. Enterprise Resource Planning ini merupakan perangkat lunak software yang dapat menggabungkan beberapa informasi hanya dalam satu sistem. Mulai dari perihal keuangan, produksi, sales, project, SDM, dan lain sebagainya. Jadi, memungkinkan kamu untuk mengawasi setiap fungsi bisnis secara lebih cepat dan akurat. Kamu juga dapat mengotomatisasi seluruh proses bisnis sehingga perusahaan menjadi lebih produktif. Baca Juga Apa Itu CRM dan Fungsinya dalam Pelayanan Pelanggan? 9. Sistem Point of Sales Sistem bisnis lainnya yang juga dibutuhkan dalam pengelolaan usaha ialah point of sales POS. Sistem yang satu ini dapat membantu kamu dalam mengelola penjualan dan menerima pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan. Sistem POS banyak disebut juga sebagai mesin kasir. Dengan sistem POS, kamu dapat memproses transaksi secara otomatis. Bahkan, point of sales bisa membantu kamu dalam melacak stok atau persediaan barang yang dijual. Dengan segala kepraktisan yang ditawarkan, kamu pun bisa mengelola operasional bisnis secara lebih mudah. Itu dia jenis-jenis sistem bisnis yang dapat kamu gunakan untuk mendukung operasional usaha. Agar penggunaannya lebih maksimal, pilihlah sistem bisnis yang sesuai dengan kebutuhan usahamu. Jangan lupa untuk memelajari setiap sistem karena alat penunjang bisnis ini memiliki kegunaannya tersendiri. 100% found this document useful 5 votes6K views49 pagesCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 5 votes6K views49 pagesBab V - Sistem Layanan UsahaJump to Page You are on page 1of 49 You're Reading a Free Preview Pages 8 to 13 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 17 to 20 are not shown in this preview. You're Reading a Free Preview Pages 24 to 45 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime. Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 17 SISTEM LAYANAN KONSUMEN UNTUK USAHA SKALA KECIL DAN MENENGAH UKM JASA PENCUCIAN DENGAN METODE BASIS DATA TERDISTRIBUSI Slamet Risnanto Program Studi Teknik Informatika Universitas Sangga Buana YPKP Bandung Abstrak Penerapan teknologi Informasi di berbagai bidang kehidupan manusia khususnya dibidang usaha sudah sangat penting diimplementasikan, Sistem layanan konsumen untuk usaha skala kecil dan menengah UKM jasa pencucian laundry ini dapat dijadikan alat bantu yang strategis dalam usaha tersebut, hampir semua jenis layanan jasa laundry pada umumnya bisa disuport oleh sistem layanan ini. Tahapan analisis dan implementasi dilakukan dilakukan secara langsung di delapan usaha laundry dengan berbagai level usaha dan jenis layanan sehingga memperkaya kehandalan, kelengkapan dan fasilitas sistem Untuk usaha laundry yang mempunyai banyak konter dan cabang diberbagai kota atau Negara, sistem ini bisa mensuport hal tersebut dengan metode basis data terdistribusi, selama konter atau cabang tersebut bisa koneksi internet sehingga level manajemen atau pemilik usaha bisa mengakes data dan laporan dimanapun berada. Kata kunci layanan konsumen, laundry, data terdistribusi 1. Pendahuluan Latar Belakang Usaha jasa pencucian atau lebih dikenal dengan istilah laundry semakin berkembang di berbagai lokasi dikota-kota besar dan daerah, terutama yang berdekatan dengan kampus [1], kos-kosan mahasiswa/mahasiswi dan perkatoran, Menggunakan jasa laundry sudah menjadi gaya hidup masyarakat saat ini dengan berbagai alasan, ingin serba praktis, karena kesibukan baik sebagai mahasiswa maupun pekerja kantoran Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat di kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini akan sangat membantu apabila wirausaha jasa laundry ini dalam hal pengelolaan data transaksi dan lain menggunakan teknologi informasi dan komunikasi sehingga dalam hal melayani konsumen dan pembuatan laporan akan memperkecil kesalahan dan disisi waktu dan sumber daya lebih efektif dan efisien Tujuan Tujuan dari membangun sistem ini adalah membantu usaha kecil dan menengah dibidang jasa laundry untuk menerapkan teknologi informasi dan komunikasi dalam usahanya serta mempermudah , meminimalisasi permasalahan yang ada dan meningkatkan efisiensi di segi waktu dan biaya sehinga menjadikan proses pelayanan konsumen di usaha laundry skala kecil dan menengah dengan kualitas yang lebih baik. Ruang Lingkup Secara garis besar, sistem layanan konsumen untuk usaha jasa pencucian untuk skala kecil dan menengah dengan metode pendistribusian data sistem tersebar ini mencakup 1. Perancangan sistem sampai sistem yang siap pakai 2. Aplikasi penerimaan dan pengambilan barang cucian dengan variasi layanan seperti reguler, kiloan, cuci sendiri / self-service maupun korporat / hotel 3. Pengiriman informasi melalui SMS kepada konsumen 4. Berbagai Laporan 2. Tinjauan Pustaka Sistem Sistem adalah kumpulan/group dari sub sistem/bagian/komponen apapun baik phisik Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 18 ataupun non phisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu [2] , Sistem adalah kumpulan elemen yang saling berinteraksi dalam suatu kesatuan untuk menjalankan suatu proses pencapaian suatu tujuan utama [3], Sistem dapat di definisikan dengan pendekatan prosedur dan dengan pendekatan komponen, Sistem dan prosedur merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Suatu sistem baru bisa terbentuk bila di dalamnya terdapat beberapa prosedur yang mengikutinya [4] . Konsumen Konsumen adalah seorang individu atau kelompok yang membeli produk fisik ataupun jasa dengan mempertimbangkan berbagai macam faktor seperti harga, kualitas, tempat, pelayanan dan sebagainya berdasarkan keputusan mereka sendiri, konsumen adalah semua orang yang membeli suatu produk tertentu baik berupa barang maupun jasa [5]. Usaha Kecil dan Menengah UKM Definisi UKM menurut Kementrian Negara Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kemenkop dan UKM bahwa yang dimaksud dengan usaha kecil UK termasuk usaha Mikro UMI adalah entitas usaha yang mempunyai memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dan memiliki penjualan tahunan paling banyak Rp. sedangkan usaha menengah merupakan entitas usaha milik warga Negara Indonesia yang memiliki kekayaan bersih lebih besar dari Rp. hingga Rp tidak termasuk tanah dan bangunan Definisi menurut badan pusat statistik BPS memberikan definisi UKM berdasarkan kuantitas tenaga kerja yaitu usaha kecil merupakan entitas usaha yang memiliki jumlah tenaga kerja 5 hungga 19 orang, sedangkan usaha menengah memiliki tenaga kerja 20 hingga 99 orang. Basis Data terdistribusi Basis data terdistribusi distributed database adalah suatu basis data yang berada di bawah kendali sistem manajemen basis data DBMS terpusat dengan peranti penyimpanan storage devices yang terpisah-pisah satu dari yang lainnya. Tempat penyimpanan ini dapat berada di satu lokasi yang secara fisik berdekatan misal dalam satu bangunan atau terpisah oleh jarak yang jauh dan terhubung melalui jaringan internet. Penggunaan basis data terdistribusi dapat dilakukan di server internet, intranet atau ekstranet kantor, atau di jaringan perusahaan Gambar 1 Ilustrasi basis data terdistribusi 3. Pembahasan Analisis Sistem dan bisnis proses Analisis sistem dilakukan dengan melakukan riset terhadap tujuh perusahaan laundry berskala kecil dan menengan untuk mengumpulkan dan membuat perbandingan bisnis proses yang ada di perusahaan-perusahaan laundry tersebut sehingga bisa mengambil garis tengah kebutuhan sistem umumnya perusahaan laundry, kesimpulan bisnis proses dari hasil riset ke tujuh perusahaan laundry tersebut adalah sebagai berikut 1. Konsumen datang membawa barang yang akan dicuci ke perusahaan laundry selanjutnya petugas layanan konsumen akan memeriksa barang tersebut, menuliskan noda-noda dan kerusakan- kerusakan di kertas anti air yang disebut dengan istilah marker dan ditempelkan ke barang yang akan dicuci dan terakhir petugas layanan konsumen membuatkan invoice untuk konsumen yang dipakai sebagai tanda terima barang, pembayaran dan untuk pengambilan apabila barang sudah selesai di cuci 2. Selain konsumen sendiri yang datang ke perusahaan laundry, ada layanan dengan istilah “Pickup – Delivery”, dimana pegawai perusahaan mendatangi konsumen untuk mengambil sekaligus mengirimkan barang cucian dan hasil cucian, pembuatan bon dilakukan di Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 19 tempat konsumen sedangkan pembuatan dan penempelan marker dilakukan di perusahaan laundry 3. Perusahaan laundry akan segera melakukan proses cuci, setrika, pengepakan dan terakhir disimpan di konter sebagai barang yang sudah selesai proses cuci atau dikirimkan ke konsumen apabila menggunakan layanan pickup – delivery Analisis kelemahan sistem Analisis kelemahan disini bermaksud untuk menganalisa kelemahan-kelamahan sistem yang sedang berjalan dari bisnis proses ketujuh perusahaan laundry tersebut, kesimpulan dari kelemahan sistem yang sedang berjalan tersebut adalah sebagai berikut 1. Proses pemeriksaan barang yang akan dicuci, pembuatan marker dan invoice relatif lama sehingga akan menimbulkan antrian yang panjang apabila ada konsumen lain yang datang dalam waktu bersamaan 2. Proses pengambilan barang yang sudah selesai cuci oleh konsumen prosesnya relatif lama karena petugas layanan konsumen akan memeriksa secara manual apakah barang sudah selesai cuci dan dimana tempat penyimpanannya 3. Tidak sedikit para konsumen yang datang sebelum barang cucian selesai atau lupa bahwa sedang melaksanakan order cuci di perusahaan laundry sehingga banyak barang yang sudah selesai cuci tidak diambil oleh konsumen sehingga menimbulkan penumpukan barang dan pendapatan perusahaan tidak tertagihkan 4. Dalam hal pelaporan, karena sistemnya manual, proses pembuatan relatif lama 5. Dalam hal otorisasi dan keamanan transaksi, dimana pembatalan transaksi karena batal cuci atau salah input data adalah otoritas manager sedangkan manager tidak selalu ada di tempat sehingga membutuhkan waktu lama untuk menunggu pembatalan tersebut 6. Kendala lain dimana sebagian besar perusahaan laundry mempunyai banyak konter atau cabang, untuk menerapkan pembagian konsumen pelanggan atau bukan sehingga harga layanan berbeda dan konsumen akan mendatangi konter atau cabang tidak hanya ke konter itu itu saja Analisis Kebutuhan Dari analisis bisnis proses dan analisis kelemahan, dapat disimpulkan kebutuhan sistem yang akan dibangun, diantaranya sebagai berikut 1. Aplikasi master konsumen, harus bisa membedakan konsumen pelanggan dan bukan sehingga ketika melakukan transaksi, sistem automatis memberikan harga yang sesuai dengan identitas konsumen tersebut 2. Aplikasi master harga dan noda/kerusakan, untuk mempermudah dan membakukan nama barang, harga dan noda/kerusakan 3. Aplikasi penerimaan barang dari konsumen yang akan dicuci , dimana aplikasi tersebut harus secara mudah bisa mencari data konsumen, data harga dan data noda atau kerusakan dan selanjutnya bisa mencetak invoice dan marker 4. Aplikasi penerimaan barang dengan layanan berbeda diantaranya layanan regular, kiloan, layanan koin dan layanan korporat seperti perusahaan atau hotel yang tentunya mempunyai harga dan tindakan yang berbeda 5. Aplikasi selesai cuci, aplikasi ini berguna untuk menandai barang yang sudah selesai cuci termasuk tempat penyimpanannya sehingga petugas layanan konsumen bisa mudah mencarinya selanjutnya aplikasi ini harus bisa secara automatis memberikan informasi berupa pesan teks kepada konsumen 6. Aplikasi pengambilan barang, berguna untuk menandai barang yang sudah diambil oleh konsumen, aplikasi ini dipakai pada waktu konsumen mengambil barang yang selesai cuci 7. Aplikasi pelaporan yang biasa variatif dari hasil transaksi-transaksi diatas seperti pendapatan perhari, perbulan dan pertahun, stock opname dan lain lain 8. Kebutuhan komunikasi data yang tersebar dimana sebagian besar perusahaan laundry mempunyai banyak Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 20 konter/cabang sehingga mempermudah mengelola data 9. Kebutuhan Fasilitas pengiriman SMS kepada pelanggan untuk memberitahukan informasi bahwa order sudah selesai dan pengiriman SMS kepada manager atau pemilik laundry sebagai informasi omjet transaksi 10. Kebutuhan system dengan fasilitas layanan lain seperti order cucian dari korporat seperti hotel dan laundry lain, layanan kiloan dan layanan menggunakan koin Desain Sistem dan basis data Desain sistem diperlukan untuk menentukan sejauh mana analisis kebutuhan akan diterapkan dalam sistem, apa yang akan disajikan oleh sistem dan bagaimana rancangan basis data baik untuk sistem yang akan dibangun yang sesuai dengan kaidah kaidah perancangan basis data, berikut desain sistem yang akan dibangun 1. Use Case diagram Use case diagram adalah abstraksi dari interaksi antara sistem dan actor, use case memberikan pesifikasi fungsi-fungsi yang ditawarkan oleh sistem dari perspektif user, berikut ini use case dari sistem yang akan dibangun Gambar 2 Use Case Layanan Reguler & Kiloan Gambar 3 User case layanan Korporat Gambar 4 Use Case layanan Koin Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 21 2. Desain Basis Data Gambar 5 Desain Basis Data layanan Reguler & Korporat Gambar 6 Desain basis data layanan Koin Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 22 Gambar 7 Desain basi data layanan Kiloan3. Desain Arsitektur Perangkat Keras Gambar 8 Desain Arsitektur Perangkat Keras satu konter Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 23 Gambar 9 Desain Arsitektur Perangkat keras dengan data tersebar Implementasi Implementasi sistem layanan konsumen jasa laundry dilakukan dengan menggunakan Visual Studio .net 2010 dan basis data menggunakan MySQL serta desain laporan menggunakan CristalReport 2010 sehingga sistem ini hanya bisa berjalan di sistem operasi Microsoft Windows dengan minimal versi Windows XP Implementasi dalam hal pengujian dilakukan di beberapa usaha laundry pada skala kecil, menengah dan besar diantaranya Hade Laundry, Elite laundry, Big Laundry, Dresscare Laundry, Lafontaine Laundry dan Speede Laundry,Edwash laundry, Sparkling Laundry, hal ini dilakukan untuk memperkaya kehandalan dan fasilitas sistem sehingga telah teruji dan bisa dipakai di usaha laundry pada umumnya, hasil dari implementasi tersebut diantaranyaGambar 10 Contoh antar muka sistem Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 24 Gambar 11 Contoh Antar muka sistem Gambar 12 Contoh Invoice Gambar 13 SMS Automatis 4. Kesimpulan Berdasarkan analisis dan implementasi diatas dapat disimpulkan bahwa 1. sistem layanan konsumen laundry ini bisa dipakai oleh laundy-laundry dengan berbagai macam layanan pada umumnya ditambah dengan fasilitas pengiriman SMS kepada pelanggan dan pemilik serta bisa dipakai oleh 2. laundry yang mempunyai banyak cabang dengan fasilitas sistem tersebar 3. Sistem layanan konsumen laundry ini sudah teruji kehandalannya karena telah dipakai oleh 8 delapan perusahaan laundry sekala besar dan menengah di berbagai kota di Indonesia 5. Rencana Selanjutnya Rencana selanjutnya adalah mengembangkan sistem ini dengan spesifikasi lebih lengkap diantaranya dengan bahasa pemrograman web sehingga lebih fleksibel disegi flatform operating system dan bahasa pemrograman berbasis mobile untuk mensuport jenis layanan pickup delivery Jurnal Infotronik Volume 1, No. 1, Desember 2016 ISSN 2548-1932JURNAL INFOTRONIK 25 Daftar Pustaka [1] 2016. Perkiraan modal usaha jasa laundry kiloan dan prospeknya diambil dari perkiraan-modal-usaha-ja 31 Agustus 2016 [2] Susanto, Azhar. 2013. Sistem Informasi Akuntansi. Bandung Lingga Jaya [3] Sutarman. 2012. Pengantar Teknologi Informasi. Jakarta Bumi Aksara. [4] Jogiyanto, 2010. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta Andi Ofset [5] Nasution, 2010, Manajemen Mutu Terpadu. Bogor Ghalia Indonesia

bentuk bentuk sistem layanan usaha